Prosedur izin

Jenis Ijin :

 

Ijin Pengendalian Menara Telekomunikasi

Ijin Pengendalian Menara Telekomunikasi

 

Dasar Hukum :

 

Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 10 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

 

Persyaratan :

  1. Surat Permohonan bermaterai Rp. 6.000,-;
  2. Foto Copy Ijin Gangguan (HO);
  3. Fotocopy Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK)
  4. Fotocpy Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Menara;
  5. Rekomendasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup;
  6. Surat Kuasa bermaterai Rp.6.000,- jika diurus pihak ke-3, serta KTP yang diberi Kuasa;
  7. Persetujuan Prinsip melalui persyaratan sebagai berikut :
  • Surat Permohonan;
  • Fotocopy Surat Domisili;
  • Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  • Fotocopy Kartu tanda Penduduk (KTP);
  • Pas foto ukuran 3x4 (4 lembar) penanggung jawab perusahan;
  • Akta pendirian perusahaan serta perubahannya yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
  • Surat bukti pencatatan dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) bagi penyedia menara yang bersatus Perusahaan Terbuka;
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
  • Persetujuan warga sekitar dalam radius 125% dari ketinggian menara yang diketahui oleh Lurah dan Camat setempat;
  • Status kepemilikan tanah dan bangunan atau perjanjian sewa menyewa;
  • Surat pernyataan kesanggupan pertanggungjawaban;
  • Rekomendasi pembangunan menara dari lembaga teknis yang membidangi telekomunikasi (Dinas Perhubungan);
  • Rekomendasi instansi teknis untuk kawasan khusus;
  • Rencana penggunaan menara bersama;
  • Ijin gangguan (HO) dan Ijin Genset, bila menggunakan genset;
  • Gambar rencana teknis bangunan menara meliputi : Situasi, denah, tampak, potongan dan detail serta perhitungan struktur yang dipertanggungjawabkan oleh perencana pemegang Surat Izin Bekerja Perencana (SIBP) sesuai bidangnya;
  • Spesifikasi teknis pondasi menara meliputi data penyidikan tanah, jenis pondasi, jumlah titik pondasi, termasuk geoteknik tanah;
  • Spesifikasi teknis stuktur atas menara meliputi beban tetap (beban sendiri dan beban tambahan), beban sementara (angin dan gempa), beban khusus, beban maksimum menara yang diizinkan, system konstruksi, ketinggian menara dan proteksi terhadap petir.